-->

Kristen Agama Buatan Paulus, Bukan Buatan Nabi Isa AS

Yesus Paulus _ Kristen Agama Buatan Paulus, Bukan Buatan Nabi Isa AS
Inilah kebenaran, namun kebenaran memang sering terasa pahit, apalagi buat mereka yang sudah terlanjur tenggelam di dalamnya. disini saya akan menjelaskan sebuah fakta. dan penjelasan ini akan sangat bermanfaat apabila anda menerima dengan akal sehat, bukan dengan pikiran yang dangkal terlebih lebih langsung menepis begitu saja tanpa ada pemikiran yang masak-masak.

Kristen Agama Buatan Paulus, Bukan Buatan Nabi Isa AS
“Tanpa ajaran Paulus tidak ada agama Kristen” Ungkapan di samping, mungkin sangat sesuai untuk menggambarkan betapa pentingnya ajaran-ajaran Paulus di dalam agama Kristen. Ajaran-ajaran Paulus terdapat pada surat-surat kiriman yang ia tulis sekitar pertengahan tahun 40 hingga pertengahan tahun 60 (12-33 tahun setelah Yesus terangkat ke surga), yang kebanyakan surat-surat pribadi kepada jemaat-jemaat atau murid-muridnya. Dasar ajaran-ajaran Kristen yang kita ketahui sekarang ini, semuanya berasal dari Paulus, seperti ajaran adanya dosa asal, ajaran Yesus sebagai inkarnasi Tuhan yang esa, ajaran penebusan dosa dengan tersalibnya Yesus, ajaran kejatuhan malaikat, dll. Sedangkan injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas, dan Injil Yohanes, sekalipun dalam beberapa tempat memiliki kesamaan ajaran, namun hal tersebut lebih pantas disebut sebagai pengaruh dari ajaran Paulus, karena penulisan Injil-Injil tersebut ditulis belakangan setelah tersebarnya ajaran-ajaran Paulus. Paulus bukan orang yang beriman sejak awal Yesus mengabarkan Injil, Paulus adalah mantan penganiaya pengikut ajaran asli Yesus (kaum Nasrani). Tetapi Paulus juga bukan orang bodoh, yang berupaya menyesatkan kaum Nasrani tanpa siasat matang. Berikut ini adalah siasat-siasat Paulus dalam menyesatkan kaum Nasrani.

Siasat Pertama: Paulus Mengaku Bertobat

Kita saat ini, baik anda yang Islam maupun anda yang Kristen, mengetahui nama Paulus atau Saulus hanya bersumber dari kitab Para Rasul (yang karangan murid Paulus sendiri, Lukas) dan surat-surat kiriman Paulus sendiri. Di dalam dua kitab tersebut terdapat kisah pertobatan Paulus, yang jika kita cermati lebih teliti, akan kita temukan banyak sekali keganjilan-keganjilan, mari kita kaji ayat-ayat yang berhubungan dengan kisah pertobatan Paulus tersebut.

Kisah Para Rasul 9:3-9
3 Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia.
4 Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?"
5 Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" Kata-Nya: "Akulah Yesus yang kauaniaya itu.
6 Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat."
7 Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang jugapun.
8 Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik.
9 Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum.

Ketika Paulus menuju Damsyik bersama teman-temannya untuk menganiaya pengikut-pengikut Yesus, tiba-tiba muncul cahaya dari langit mengelilingi Paulus. Selama ini kita selalu berprasangka, bahwa cahaya melambangkan kebenaran dan langit melambangkan surga. Tapi dalam kasus Paulus, cahaya apakah yang turun dari langit? Jika yang dimaksud cahaya di sana adalah berupa cahaya kebenaran, cahaya roh, atau cahaya iman…maka sangat mustahil cahaya tersebut dapat membuat Paulus terkapar di tanah dan buta matanya. Menurut saya, cahaya yang di maksud pada ayat di atas tidak lebih dari cahaya matahari (Paulus dan teman-temannya melakukan perjalanan ditengah hari, baca Kisah Para Rasul 22:6) yang begitu teriknya sampai membuat pingsan Paulus karena dehidrasi. Pendapat saya ini didukung dari penjelasan ayat lainnya yang juga mengisahkan kisah pertobatan Paulus, pada ayat tersebut (Kisah Para Rasul 22:9) disebutkan, orang yang melihat cahaya tersebut bukan hanya Paulus, namun juga teman-temannya, yang artinya, cahaya yang dilihat Paulus bukanlah cahaya rohani seperti cahaya kebenaran, cahaya roh, atau cahaya iman, karena bukan hanya Paulus yang melihatnya. Walaupun teman-teman Paulus juga melihat cahaya terang tersebut sama seperti Paulus, tetapi anehnya hanya Paulus seorang yang buta karena cahaya tersebut. Oleh karena itu, sangat mustahil paulus buta karena cahaya yang dia lihat bersama teman-temannya , pasti ada sebab lain yang membuatnya buta, dan kemungkinan terbesar penyebab kebutaan Paulus adalah karena dehidrasi dan terjatuh dari kuda saat dalam perjalanan ke Damsyik. Pertemuan dan percakapan Paulus dengan Yesus, mungkin juga muncul dari alam bawah sadar Paulus sendiri pada saat dirinya rebah ke tanah (pingsan), oleh karena itulah mengapa teman-teman Paulus tidak mendengar suara Yesus (Kisah Para Rasul 22:9).

Dalam ilmu Psikologi, bohong berdasarkan tipe manipulasi adalah bagaimana sebuah realitas dimanipulasi untuk menimbulkan sebuah kebohongan. Terdapat tiga kelompok kebohongan yang dapat dibuat, yakni pengingkaran, melebih-lebihkan, dan pemalsuan/penyembunyian. Masing-masing melakukan manipulasi berbeda terhadap realitas. Kisah pertobatan Paulus di atas, termasuk kebohongan dalam kelompok/kategori melebih-lebihkan. Yaitu bohong yang dilakukan dimana pembohong (Paulus) melebih-lebihkan fakta yang sebenarnya atau memberi kesan lebih benar. Bagaimana kejatuhan Paulus dari kuda karena dehidrasi saat menuju ke Damysik, yang juga membuatnya buta sebagai sebuah realitas dimanipulasi sedemikian rupa oleh Paulus untuk menimbulkan sebuah kebohongan seperti melihat cahaya terang, rebah di tanah, dan bercakap-cakap dengan Yesus. Kebohongan Paulus tersebut juga dapat kita lihat dari ayat-ayat yang saling bertentangan, Kisah Para Rasul 9:7 menyatakan, teman-teman Paulus mendengar suara Yesus, tetapi menurut Kisah Para Rasul 22:9 teman-teman Paulus tidak mendengar suara Yesus. Nah, bagaimana mungkin kedua ayat yang sama-sama menceritakan pertobatan Paulus yang juga terdapat pada kitab yang sama, terdapat kisah yang saling bertentangan?


Siasat Kedua: Paulus Mengajarkan Dosa Asal

Setelah Paulus diterima sebagai orang yang bertobat dan dapat meyakinkan sebagian orang bahwa dirinya adalah rasul Yesus yang tidak kurang dari rasul-rasul Yesus lainnya. Hal pertama yang diajarkannya adalah mengenai adanya dosa asal, yaitu dosa yang muncul dari kedurhakaan manusia pertama di eden dan “mewariskan” dosanya tersebut kepada anak cucunya. Ajaran Paulus mengenai dosa asal ini, tidak pernah dijumpai dalam Perjanjian Lama, kitab-kitab para Nabi dan ajaran Yesus sendiri. Ajaran mengenai dosa asal ini dapat kita baca dalam surat-surat kiriman Paulus, sebagai berikut;

Roma 5:12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.

Roma 5:16 Dan kasih karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran.

Roma 5:17 Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.

1Korintus 15:22 Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.

Dalam ajaran Paulus, manusia pertama Adam, dijadikan hidup kekal sebagaimana Malaikat hidup kekal dan tinggal di taman Eden. Yang membuat adam kehilangan kekekalan dirinya ialah pelanggaran adam terhadap larangan memakan buah, yang berasal dari pohon yang tumbuh ditengah taman atas bujukan istrinya, Hawa atas bujukan ular. Pelanggaran Adam dan Hawa tersebut tidak hanya berdampak pada diri mereka, namun juga berimbas kepada anak-cucu mereka kelak. Dampak dosa adam inilah yang disebut Paulus sebagai membawa maut atau mati, walaupun pada kenyataannya, orang-orang Kristen yang konon telah tertebus dosanya dengan disalibnya Yesus, tidak pernah dapat hidup kekal atau abadi, keadaan mereka sama saja dengan orang yang mati karena belum tertebus. Sebagaimana dosa dalam hukum Taurat yang harus ditebus dengan korban bakaran, dosa asal juga perlu adanya korban tebusan, tetapi korban tebusan yang dapat menghapus dosa asal bukanlah korban tebusan yang diminta oleh hukum Taurat. Paulus menyatakan, korban tebusan yang di minta oleh hukum Taurat tidaklah cukup manjur untuk menghapus dosa asal (Ibrani 10:11). 

Bagi orang-orang yang telah terperdaya oleh omong kosong Paulus, ajaran dosa asal di atas telah menghancur-leburkan harapan mereka terhadap sebuah pengampunan. Di saat semua orang merasa kalut, cemas, dan khawatir tidak akan memperoleh keselamatan, Paulus datang dengan sebuah harapan baru akan penebusan dosa, tebusan tersebut hanya terjadi satu kali untuk selamanya, tidak seperti penebusan dosa dalam Taurat yang harus dilakukan tiap setahun sekali (Roma 6:10). Maka, demi sebuah keselamatan, orang-orang ini, suka atau tidak suka, harus menerima siasat penyesatan Paulus selanjutnya.


Siasat Ketiga: Paulus Mengajarkan Yesus Adalah Tuhan dan Penebus

Dalam siasat terakhir ini, Paulus mengajarkan Yesus adalah inkarnasi Tuhan yang esa yang sekaligus sebagai penebus bagi dosa manusia. Paulus bukanlah orang yang pernah bertemu dan mendengar ajaran Yesus, namun demikian, Paulus sangat berani mengaku sebagai rasul Yesus dan mengatakan suatu hal tentang Yesus, yang Yesus sendiri tidak pernah mengatakannya. Ajaran Paulus tentang Yesus dapat kita temukan dalam banyak surat-suratnya, diantaranya;

Yesus mati dan bangkit

Roma 1:4 dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita.
Roma 4:24 tetapi ditulis juga untuk kita; sebab kepada kitapun Allah memperhitungkannya, karena kita percaya kepada Dia, yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati,
Roma 4:25 yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita.
Roma 8:11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.
Roma 8:34 Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?
Roma 10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
2Korintus 4:14 Karena kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya.
Galatia 1:1 Dari Paulus, seorang rasul, bukan karena manusia, juga bukan oleh seorang manusia, melainkan oleh Yesus Kristus dan Allah, Bapa, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati,
1Tesalonika 1:10 dan untuk menantikan kedatangan Anak-Nya dari sorga, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang.
1Tesalonika 4:14 Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.
2Tim 2:8 Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku.

Yesus menebus dosa

1Korintus 1:30 Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.
Galatia 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
Galatia 4:5 Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.
Ibrani 9:15 Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.

Yesus adalah Allah

Filipi 2:5-8 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Menurut ajaran Paulus, Yesus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia. Yesus harus merendahkan diri sebagai manusia, melepaskan kesetaraannya dengan Allah untuk menebus dosa manusia dengan cara mati di kayu salib, menjadi kutuk Taurat dan bangkit. Tuhan dalam Perjanjian Lama yang tidak memaafkan kesalahan manusia kecuali ada sebuah penebusan terlebih dahulu, digunakan oleh Paulus untuk semakin menyesatkan kaum Nasrani. Oleh karena dalam hukum Taurat terdapat hukum-hukum yang tidak semuanya dapat dijalankan dan berakibat dosa kepada orang Israel, maka Paulus menyebut hukum Taurat sebagai sumber dosa, Taurat hanya dianggap sebagai kutuk oleh Paulus. Agar manusia selamat dari dosa atau kutuk Taurat ini, mereka harus mengakui dengan mulut Yesus adalah Tuhan dan percaya dalam hati, bahwa Allah telah membangkitkan Yesus. Tentu saja, syarat keselamatan yang demikian keluar hanya dari mulut Paulus, Yesus tidak pernah mengatakannya.

Note:
Seorang Kristen mungkin akan complain dengan mengatakan; “tidak mungkin Paulus berpura-pura bertaubat agar dapat menyesatkan kaum Nasrani. Karena Paulus dalam mengabarkan Injil rela dipenjara, dianiaya, dan sampai harus mati. Tidak mungkin seorang yang berbohong dan penyesat rela diperlakukan demikian.”

Saya jawab; “Derita Paulus dalam mengabarkan Injil sama sekali tidak dapat dijadikan bukti yang dia sampaikan adalah BENAR! Mengapa demikian? Karena terkadang orang mau melakukan sesuatu walaupun keuntungan dari perbuatannya tidak sebanding dengan resikonya. Contoh: para pengedar narkoba sangat tahu, bahwa hukuman mati untuk mereka jika sampai tertangkap Polisi, hasil dengan resikonya pun tidak sebanding, namun mereka tetap saja mengedarkan narkoba. Apakah pengedar narkoba dapat dikatakan sebagai orang yang benar hanya karena rela menerima hukuman berat? Tentu tidak, bukan.

Sumber: Siasat Paulus Dalam Menyesatkan Kaum Nasrani
Oktober 2014

Muslim Membalas Postingan Kaum Hindhu yang Bodoh

Yesus Paulus _ Muslim Membalas Postingan Kaum Hindhu yang Bodoh
Banyak sekali pemeluk hindhu yang menghujat Islam, mungkin mereka iri dengan kesempurnaan Islam, sehingga mereka mati-matian menghujat Islam dan mencari-cari kelemahan dan kesalahan Islam, karena tidak menemukan kesalahan dan kekurangan Islam maka mereka membuat-buat tentang Islam. salah satunya bisa anda lihat di >>> Allah adalah Imajinasi Muhammad Tentang Dewa Siwa

Blogger Muslim tidak mau kalah, banyak diantara mereka yang membuat postingan yang sifatnya juga menyerang hindhu, dan diantaranya bisa anda lihat dibawah ini:

Benarkah Dewa Siwa Itu Nabi Adam?
Kisah Adam dan Hawa yang merupakan kisah asal muasal manusia dan sekaligus kisah manusia mengenal Tuhan bagi agama Abrahamik sampai sekarang belum ada petunjuk tentang siapa manusia pertama yang mengisahkan mereka. Tetapi berdasarkan artikel sebelumnya kemungkinan orang itu adalah Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim kemungkinan merupakan manusia yang untuk pertama kalinya mengajarkan dan memberitahukan tentang kisah Adam dan Hawa.

Ketika Nabi ibrahim meninggalkan India, agaknya ajaran Ibrahim sudah menjadi ajaran yang tidak murni lagi, dimana pemahaman terhadap ke-Tuhan-an mulai bergeser dari Monoteisme ke kisah dewa-dewa (Politheisme). India saat itu tenggelam dalam penyembahan berhala atau menguatnya filsafat antropomorfisme, yaitu filsafat Tuhan yang menjelma sebagai makhluk. Yang secara tiba-tiba menurunkan ajaran Monotheisme secara drastis.Selain itu sepertinya mereka mendewakan para nabi menjadi sebuah kisah yang luar biasa.

Kemungkinan tiga aspek dewa dalam Hindhu yaitu, Brahma, Wishnu dan Siwa sebenarnya adalah kisah Ibrahim (Brahma-Baca Disini), Kisah Nuh (Wishnu-Baca Disini) dan Kisah Adam (Siwa) yang telah mengalami metamorfose sedemikian akut, sehingga menjadikan mereka sebagai bentuk dewa baru.

Di Hindhu ada tiga aspek Tuhan wanita (Dewi) yaitu ” Parwati, Saraswati dan Kali. Hubungan Siwa dan Parwati sangatlah erat. Dimana representasi hubungan secara seksual diantara mereka banyak ditemukan di berbagai patung. Biasanya patung tersebut merupakan perlambang Siwa dan Parwati yang duduk dalam meditasi abadi.

Hubungan Seksual antara Siwa dan Parwati dilambangkan dalam bentuk Lingga dan Yoni. Bahwa Lingga (Perlambang Penis) dan Yoni (Perlambang Vagina) merupakan simbol kehidupan dalam pemahaman “cinta wanita kepada pria" atau lambang asal mula kehidupan manusia berlangsung.

Simbol Siwa sebagai “Dewa Kesuburan” berupa Lingga merupakan representasi dari “Adam”. Siwa (SHIVA) berubah menjadi Chavvah = Khav-vaw =Eva=Eve (Hawa) = pemberi hidup (Yoni). Shiva = Schi-Wah. Dimana dalam pemahaman teologis  agama Abrahamik Hawa berasal dari Adam.

Lingga dan Yoni itu merupakan representasi asal kehidupan berasal. Dimana ketika hubungan seksual antara lelaki dan perempuan menghasilkan kehidupan (bayi). Inilah yang menjadi falsafah adanya alam semesta dan kehidupan. Simbol Lingga dan Yoni sebagai Adam dan Hawa sebagai permulaan kehidupan manusia, Karena manusia adalah pusat dimana kehidupan ini diketahui.


Jadi ada kemiripan kejadian antara Siwa & Parwati dengan Adam & Hawa. Hawa diciptakan dari Adam, hampir sama dengan Parwati yang tercipta dari Siwa. Lantas Siwa dan Parwati menyatu seperti orang bersetubuh dan ini dilambangkan dengan Lingga dan Yoni, yang oleh Hindhu merupakan simbol kelamin pria dan wanita sebagai lambang asal kehidupan.

Parwati merupakan istri Siwa sebagai ibu dari segala Dewi. Menurut Purana : Orang bijak mengutuk Lingga Siwa, jatuh kebumi dan membakar segalanya bagai api. Parwati berubah jadi Yoni dengan tenang memegang lingga kedalam Yoninya (hubungan seksual). Padma Purana juga menceritakan kisah bahwa Parwati mengasumsikan bentuk Yoni untuk menerima lingga Siwa, yang dikutuk oleh orang bijak Bhrigu menjadi lingga.

Salah satu bukti yang agak mendekati bawa Siwa dan Parwati adalah Adam dan Hawa adalah bahwa Siwa mempunyai anak dari Parwati dan diberi nama Ganesha dan Kartikeya.

Nabi Ibrahim, Bapak Para Nabi Dan Imam Semua Bangsa Bagian 1
Dan (Ingatlah), ketika Ibrahim diuji Rabb-nya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia. Ibrahim berkata: (Dan saya mohon juga) dari keturunanku. Allah berfirman: Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim. (Al-Quran. 2:124)

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia (Al-Quran 3:96)

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar baitullah (Ka’bah) bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.(Al-Quran 2:127)

Ketiga ayat diatas merupakan beberapa ayat dalam Al-Quran (Kitab suci ISLAM) yang menerangkan tentang Ibrahim sebagai bapak teologi semua bangsa dan sebagai imam bagi semua bangsa.

Bukti lain adalah adanya Ka'bah. Ka'bah merupakan bangunan peribadatan kepada Tuhan yang satu yang dibangun oleh Nabi Ibrahim dan pernah disinggahi oleh berbagai pemeluk agama-agama besar.

Ada sebagian umat Hindu menganggap bahwa agama Abrahamik merupakan perkembangan dari Hindhu (Veda), dan pengikut agama Abrahamik merasa bahwa Veda adalah Kitab Suci Hindhu. Kedua-duanya salah dalam mempersepsikan Veda.

'Hindu' sebenarnya adalah sebuah kata Persia yang ditujukan untuk menyebut penduduk di wilayah Lembah Indus. Namun, dalam bahasa umum, Hindu adalah istilah  untuk berbagai macam keyakinan agama, yang sebagian besar didasarkan pada Veda, Upanishad dan Bhagavad Gita. Istilah Persia selanjutnya dipinjamkan ke dalam bahasa Arab sebagai al-Hind mengacu ke negeri orang-orang yang tinggal di seberang sungai Indus. Kemudian saat orang-orang Muslim memasuki India mereka memakai istilah tersebut untuk menyebut penduduk India secara umum. Pada Abad 13 nama Hindustan dipakai secara populer untuk menyebut penduduk di wilayah itu.

Orang Inggris yang datang kemudian memanggil mereka sebagai India (dari bahasa Yunani Indo). Kemudian istilah 'Hindu' terjadi secara sporadis dari abad 16 ke 18. Puncaknya setelah Bangsa Inggris menguasai India, para pedagang Eropa menggunakan istilah Hindu untuk menyebut agama orang India. Istilah Hindhu dibentuk sekitar tahun 1830 untuk menunjukkan budaya dan agama dari India (diluar agama Abrahamik). Jadi pemeluk Hindhu sebenarnya lebih tepat menyebut agamanya sebagai agama Vedanta daripada Hindhu.

Veda sebenarnya (kemungkinan) kitab yang berasal dari nabi Ibrahim atau dengan kata lain kisah serta ajaran nabi Ibrahim tersebar dalam berbagai kitab suci antara lain ke Veda, Avesta (Zoroaster), Bible (Khususnya Kitab Kejadian) dan Al-Quran (sebagai Kitab Penutup). Ibrahim sendiri kemungkinan Zoroaster pertama dari sekitar 7 Zoroaster yang pernah ada setelahnya.

Biographia Antiqua & Anacalypsis; by Godfrey Higgins Vol. I, p. 396., menyebut beberapa orang Majuzi menyamakan Ibrahim dengan Zoroaster, dan memanggilnya “Ibrahim Zaradust (Ibrahim Zerdascht = Ibrahim teman Api). Mengapa Ibrahim disebut "TEMAN API?", bisa anda baca di akhir artikel ini dibawah.

Voltaire’s Philosophical Dictionary, menyebut Bram, Abram yang terkenal di India dan Persia  sebagai Orang Khaldea atau Persia dan beberapa terpelajar sering menyamakannya dengan Zoroaster

The late Prof. Edward Browne of Cambridge University inadvertently mentions, : “I may here mention a very absurd fiction, which I have more than once heard the Zoroastrians maintain in the presence of Musulmans or Babis, namely, that Zoroaster was identical with Abraham.” – (A Year Amongst The Persians: Impressions as to the Life, Character, & Thought of the People of Persia; by Prof. Edward Granville Brown). Dikatakan bahwa Zoroasterian terpelihara dalam kehadiran Musulman. Musulman merupakan nama lain dari Muslim. Ini sebagai bukti bahwa Islam memang sudah ada sejak nabi Ibrahim. Bukti lain bahwa kata Muslim sudah dipakai sebelum lahirnya Nabi Muhammad

Banyak sarjana menegaskan bahwa Zoroaster adalah pendiri Imamat Majusi. Gagasan ini dikonfirmasikan dalam Bhavisya Purana, tulisan pro-Veda, yang berbicara dari Zoroaster sebagai salah satu ‘Jarasabda’ mengatakan:

“Karena baik Anda maupun saya telah mengabaikan perintah dari Weda, begitu juga anak kami tidak akan mengikuti hukum mereka. Ia akan dikenal sebagai Jarasabda dan  Akan membawa ketenaran untuk dinastinya. Mereka akan menjalankan ibadah dan akan dikenal dengan nama magas, dan menjadi penyembah Soma, mereka akan dikenal sebagai Brahmanas. ” – (Bhavisya Purana, Brahma-parva 139,42-45)

Bhavisya Purana (bab 139-140) juga memberikan penjelasan yang luas dari latar belakang Maga Jarasabda (Zoroaster). Kata ‘Maga’ mengacu pada dinasti para imam yang mana Zoroaster adalah seorang nenek moyang. Dalam lingkungan Iran kuno, kasta imam turun-temurun disebut orang sebagai Majusi, berasal dari kata magas atau Magus. Imamat Majusi, bagaimanapun, menyatakan Abraham sebagai pendiri mereka sebagaimana tercermin dalam Antiqua Biographia yang berbunyi:

“Persia menegaskan bahwa Abraham adalah pendiri pertama dari agama mereka. Zoroaster kemudian membuat beberapa perubahan di dalamnya, tetapi dikatakan ia tidak merubah yang berkaitan dengan doktrin satu prinsip tunggal tak tercipta, tetapi hanya inovasi khusus disini yaitu memberikan nama Cahaya sebagai prinsip yang baik, dan bahwa Kegelapan merupakan prinsip jahat (setan) “-. (Biographia Antiqua). Hal ini selanjutnya dikonfirmasikan oleh sarjana Martin Haug, Ph.D., yang menulis “The Sacred Language, Writings, and Religions of the Parsis”

“Orang Majusi memanggil agamanya sebagai Kesh-î-Ibrahim. Mereka menelusuri buku-buku agama mereka kepada Abraham, yang diyakini telah membawa mereka dari surga..” – (Hal. 16.)

Nabi Ibrahim sebagai Imam segala Bangsa dengan ajaran Monoteisme dan Tauhid telah menginspirasikan ajarannya kedalam Kitab-kitab diatas. Sekedar mengingatkan lagi, mari kita baca kesamaan dari keaslian Ketuhanan (Tauhid) dari Islam, Kristen, Zoroaster dan Hindhu, sebagai bukti bahwa Kitab-kitab diatas bersumber dari nabi Ibrahim.

Monoteisme Di Alkitab Injil

1. Tauhid Nabi Musa (Ulangan 4:35, Ulangan 6:4, Ulangan 32:39).
2. Tauhid Nabi Daud (II Samuel 7:22, Mazmur 86:8).
3. Tauhid Nabi Sulaiman (I Raja-raja 8:23).
4. Tauhid Nabi Yesaya (Yesaya 43: 10-11, Yesaya 44:6,Yesaya 45:5-6, Yesaya 46:9).
5. Tauhid Yesus (Markus 12:29, Yohanes 5:30, Yohanes 17:3).

Konsep Tuhan Dalam agama Zoroaster (Dasatir, Ahura Mazda)
 
-Dia itu satu
-Dia lebih dekat padamu daripada dirimu sendiri
-Dia diatas segala yang kamu bayangkan
-Dia tanpa awal dan akhir
-Dia tak punya bapak, istri dan anak
-Dia tak berujud
-Tak ada yang menyerupainya
-Tak dapat dilihat dan dipahami dengan pikiran

Dalam  agama Hindu juga terdapat konsep Tuhan sebagai berikut (dalam Upanishad, Upanishad = Pengetahuan Brahma (pengetahuan Ibrahim):

“Ekam evadvitiyam” (Dia satu satunya tanpa ada duanya) [Chandogya Upanishad 6:2:1]
 “Na casya kascij janita na cadhipah.” (Tak punya orang tua dan tuan) [Svetasvatara Upanishad 6:9]
 “Na tasya pratima asti” (Tak ada yang menyerupainya) [Svetasvatara Upanishad 4:19]
 “Na samdrse tisthati rupam asya, na caksusa pasyati kas canainam.” (Ujud Nya tak dapat dilihat, tak ada yang bisa melihatnya dengan mata)[Svetasvatara Upanishad 4:20]

Vedanta mengandung arti “Upanishad” yang sesungguhnya. “Vedanta” berarti Veda terakhir yang merupakan tujuan Veda. Upanishad sebagai Konklusi (kesimpulan) dari Veda, dan secara kronologis muncul dari masa terakhir periode Veda. Beberapa Pundit (Pendeta) menganggap Upanishad lebih superior dari Veda.

Konsep Tuhan Menurut Veda :

Veda yang berbahasa sansekerta merupakan kumpulan dari : Rig Veda, Yajur Veda, Sam Veda and Atharva Veda . Diantara Kitab ini Rig Veda merupakan yang tertua. Rig Veda dikompilasi dalam 3 masa yang lama dan berbeda. Menurut Sarjana Hindhu atau orientalist kisah dalam Veda ada tidak lebih dari 4000 tahun yang lalu. Kepada siapa, dimana dan siapa pembuat Veda tidak diketahui dengan pasti. Dalam artian kitab ini kemungkinan dikumpulkan dari kisah-kisah tua di sekitar Asia tengah atau anak benua India. Kisah-kisah tua yang tertuang dalam ayat-ayat tersebut tidak berada dalam 1 tempat dan jaman yang sama. Saat itu tak ada nama buat kisah-kisah tua dalam ayat-ayat tersebut.
 “na tasya pratima asti
“Tak ada rupa buat Tuhan.”
[Yajurveda 32:3]
 “shudhama poapvidham”
“Tuhan tak bertubuh dan suci.”
[Yajurveda 40:8]
“Andhatama pravishanti ye asambhuti mupaste”
“Mereka memasuki kegelapan bagi yang menyembah Elemen Alam (Udara, Air, Api, dll), dan terperosok dalam kegelapan yang besar bagi yang menyembah benda buatan semisal “Kursi, Meja, Patung dll”.
[Yajurveda 40:9]
 The Atharvaveda  Book 20, hymn 58 and verse 3: “Dev maha osi”
“Tuhan Maha Besar”
[Atharvaveda 20:58:3]9
“Na tasya Pratima asti”
“Tak ada rupa buat Tuhan.”
[Yajurveda 32:3]
“Ma cid anyad vi sansata sakhayo ma rishanyata”
“Oh saudara, jangan menyembah apapun selain Dia, satu-satunya Tuhan, pujilah  dia sendiri.”
[Rigveda 8:1:1]
“Devasya samituk parishtutih”
“Sesungguhnya, kemuliaan Tuhan Pencipta adalah Besar (Tuhan Maha Besar/Akbar) .”
[Rigveda 5:1:81]
Agar ayat-ayat tersebut dapat dipelajari oleh generasi seterusnya, maka disusunlah ayat-ayat tersebut secara sistematis ke dalam sebuah buku oleh beberapa pemuka Hindhu. Setelah penyusunan dilakukan, ayat-ayat tersebut dikumpulkan ke dalam sebuah kitab yang kemudian disebut Weda.

Dan Veda di klaim sebagai kitab yang paling otentik dalam agama Hindhu. Veda inilah yang kemungkinan merupakan sumber langsung dari Nabi Ibrahim karena dalam Veda terdapat ajaran monoteisme dan Tauhid yang tegas. Yang bertentangan dengan Kitab Hindhu yang lain semisal Upanishad dimana di dalam Upanishad inilah ajaran Pantheisme berada.

Tahun 1935 Dr Pran Nath menerbitkan artikel yang isinya menerangkan bahwa Rig Veda berisi kisah kejadian dalam kerajaan Babilonia dan Mesir kuno dan perang keduanya. Peran Babilonia terhadap Nabi Ibrahim adalah bahwa dari sinilah kemungkinan kisah nabi Ibrahim berasal.

Alkitab Injil-Kejadian 10:10 Mula-mula kerajaannya (Namrud) terdiri dari Babel, Erech (Ur), dan Akkad, semuanya di tanah Sinear.

Kota “Ur” pada peta diatas diyakini sebagai tempat Ibrahim berasal yang mana dari tempat ini pula aliran Brahma menyebar ke India (Moisés y los Extraterrestres, Tomás Doreste)

Nabi Ibrahim yang menurut banyak sumber mempunyai pertentangan dengan Namrud (Nimrod) raja Babilonia (pendiri menara Babel - Tower of Babel). Agama Namrud adalah Pantheisme seperti halnya agama Hindhu sekarang pada umumnya yang menganggap semuanya adalah Tuhan. Dan juga Politeisme yang bertentangan dengan ajaran nabi Ibrahim yang monoteisme. Ajaran Pantheisme serta Politeisme Babilonia inilah yang menyebar ke Yunani, Roma, Mesir dan India pada saat itu. Sehingga tidak aneh jika ditemukan kemiripan ajaran atau kisah dari masing-masing kerajaan kuno ini.

Pada jaman itu (Balinonia-Namrud) dikisahkan bahwa Nabi Ibrahim menghancurkan semua patung dewa milik Namrud kecuali yang besar (dengan mengatakan kepada Namrud bahwa Patung terbesarlah yang merusak patung lainnya) agar Namrud sadar bagaimana patung bisa menghancurkan patung lainnya. Meski tidak membawa hasil dan akhirnya Nabi Ibrahim di bakar oleh Namrud, tetapi Allah menyelamatkan beliau dengan menjadikan Api terasa dingin bagi Nabi Ibrahim. Seperti difirmankan oleh Allah dalam Al-Quran.

Al-Quran-Surah Al-Anbya 21 :68-69: Mereka berkata: Bakarlah dia (Ibrahim) dan bantulah ilah-ilah kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak. Kami berfirman: Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim.

Inilah mengapa Ibrahim disebut oleh Orang Majusi sebagai “Ibrahim Zaradust (Ibrahim Zerdascht = Ibrahim teman Api)

Seperti halnya yang terjadi ketika Yesus menghidupkan Lazarus, dimana disekitarnya banyak orang2 musryik penyuka takhyul, demikian juga ketika Nabi Ibrahim dibakar. Disana banyak tukang takhyul yang ikut menyaksikan. Api yang tidak membakar Nabi Ibrahim kemungkinan menjadi dasar bagi agama Majusi (penyembah Api) untuk simbol agamanya. Zoroaster sebagai pendiri agama ini kemungkinan tidak menggunakan Api sebagai pusat mediasi kepada Tuhan, tetapi Api adalah penyimpangan berikutnya pada agama ini melalui penerusnya.

Kisah Nabi Nuh Ternyata Ada Di Agama Hindhu
Masih membahas jejak-jejak hubungan agama Abrahamik (Islam,Kristen, Yahudi) dan Hindhu, ternyata masih terdapat sebuah petunjuk lagi mengenai hubungan dari agama-agama ini. Yaitu tentang kisah nabi Nuh.

Agama Abrahamik (Islam, Kristen, Yahudi) memiliki kisah tentang nabi Nuh. Nabi Nuh adalah nabi yang terkenal dengan banjir besarnya. Nabi Nuh, di Hindhu terkenal dengan sebutan Manu. Yang mana Manu merupakan raja pertama di dunia yang juga menyelamatkan manusia dari banjir besar.

Kisah Manu di Hindhu secara singkat sebagai berikut : Saat Manu membasuh tangan di sungai ada ikan kecil yang datang dan meminta Manu menyimpannya. Agar mendapat balas budi. Manu bertanya bagaimana cara ikan membalas budi.  Ikan  tersebut mengatakan akan ada banjir besar yang akan menghapus bumi. Pada saat banjir besar akan datang ikan menyuruh Manu membuat perahu besar. Ikan tersebut ternyata penjelmaan Wishnu. Wishnu yang merupakan roh tertinggi. Dalam purana (Kisah jaman kuno) Wisnu disebutkan bersifat gaib dan berada dimana-mana. Untuk memudahkan penghayatan terhadapnya, maka simbol-simbol dan atribut tertentu dipilih sesuai dengan karakternya, dan diwujudkan dalam bentuk lukisan, pahatan, dan arca.  Wishnu sering  ber-AVATAR antara lain menjadi Ikan (Matsya), Rama, Kresna, Budha dan Kalky.

Di agama Kristen, kisah Nuh (Manu) bisa dibaca di Kitab Kejadian 6&7. Dalam kitab Kejadian 6 antara lain disebutkan sebagai berikut :

6:13 Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi.

6:14Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam.

6:17Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa.

6:18Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu.

Di agama Islam kisah Nuh (Manu) bisa dibaca di Al-Quran Surah Al Mu'minun (23) dan Asy syu'ara (26). Di Surah tersebut antara lain disebutkan sebagai berikut :

Nuh berdo'a: "Ya Tuhanku, tolonglah aku, karena mereka mendustakan aku. Lalu Kami wahyukan kepadanya: "Buatlah bahtera di bawah penilikan dan petunjuk Kami, maka apabila perintah Kami telah datang dan tanur telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam bahtera itu sepasang dari tiap-tiap (jenis), dan (juga) keluargamu, kecuali orang yang telah lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa azab) di antara mereka. Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim, karena sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.  (QS. Mu'minun 23:26-27)

“Nuh berkata: Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah mendustakan aku; maka itu adakanlah suatu keputusan antaraku dan antara mereka, dan selamatkanlah aku dan orang-orang yang mukmin besertaku.” (QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 117 – 118)

Allah swt dalam al-Qur’an Karim berfirman: “Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang besertanya di dalam kapal yang penuh muatan. Kemudian sesudah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal.(QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 119 – 120)


Di pemahaman Hindhu, dari Manu inilah lahir banyak keturunan dari semua ras dan disebut Manavas, termasuk dari golongan Brahmana dan ksatria. Manu memiliki beberapa anak, ada yang menyebut sampai 10 keturunan, diantaranya  : Vena,  Ikshvaku,  Ila, &  Kshatriyas.

Di Bible, setelah banjir besar maka dimulailah kehidupan baru dimana dari Nuh menghasilkan banyak keturunan (bangsa), dimana Nuh dianggap sebagai Adam kedua (secara penghasil keturunan). Mirip Manu yang oleh agama Hindhu dianggap sebagai asal manusia.

Kejadian 9:1 Lalu Allah memberkati Nuh dan anak-anaknya serta berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyaklah serta penuhilah bumi. 

Kejadian 10:32 Itulah segala kaum anak-anak Nuh menurut keturunan mereka, menurut bangsa mereka. Dan dari mereka itulah berpencar bangsa-bangsa di bumi setelah air bah itu. 

Di Bible Nuh memiliki 3 keturunan (Sem, Ham & Yafet). Genealogi Nuh bisa dibaca di Kitab Kejadian 10. Menurut International Standard Bible Encyclopedia: Keturunan Sem menghasilkan bangsa Israel. Keturunan Ham menghasilkan bangsa Mesir, Kanaan dan Arab. Keturunan Yafet menghasilkan bangsa Asia Minor.

Manu (Nuh) sebagai nabi juga memiliki hukum, yang oleh umat Hindhu disebut Manusmriti (Law of Manu). Dalam Atharvaveda Book 20 Hymn 127 verses 1-13 dikatakan tentang datangnya nabi Muhammad, mengatakan: “Dia adalah Resi yang naik Onta . Tidak mungkin itu orang India karena Reshi India (Brahman) tidak boleh naik Onta berdasarkan “Sacred Book of the east”, Volume 25, Law of Manu page 472. Menurut Manu Smirti Bab 11 ayat 202 “Seorang Brahman dilarang menaiki Onta atau Keledai.

Anda bisa membaca artikel lainnya yang menjadi sumber artikel ini di REVIEW OF RELIGIONS
Oktober 2014

Allah adalah Imajinasi Muhammad Tentang Dewa Siwa

Yesus Paulus _ Allah adalah Imajinasi Muhammad Tentang Dewa Siwa
Tulisan Allah adalah Imajinasi Muhammad Tentang Dewa Siwa ini adalah artikel dari pemeluk agama hindhu yang sangat membenci agama islam, saya sengaja posting disini agar sudara-saudara muslim bisa tahu betapa jeleknya hati mereka, dan kalian harus bisa mempersiapkan diri melawan hujatan dan penghinaan mereka kepada agama kita.
baiklah, mari kita kembali kepada "Allah adalah Imajinasi Muhammad Tentang Dewa Siwa" yang ditulis oleh Hindhu Bodoh di blog http://hindusat.wordpress.com/2013/10/15/allah-adalah-imajinasi-muhammad-tentang-dewa-siwa/

Allah adalah Imajinasi Muhammad Tentang Dewa Siwa
Penting untuk kita semua bicara secara jujur tentang keyakinan kita dengan berbagai dalil Dan sumber yang otentik bukan debat kusir apalagi hanya sekedar menghujat secara membabi buta. Sebelumnya saya sudah menulis perihal Allah bukan tuhan (lihat di list), jika ditulisan sebelumnya ” Allah bukan tuhan” saya membedah Allah bukan tuhan menurut Hindu, Kali ini kita akan bahas siapa sebenarnya “Allah” ITU?? Benarkah yang berbisik kpd Muhammad di gua hira ITU adalah tuhan? Benarkah tuhan punya rumah sperti manusia di bumi? Benarkah tuhan itu berupa Dzat? Benarkah manusia terbuat Dari tanah?benarkah dongeng Adam hawa yang katanya manusia pertama itu?benarkah wanita terbuat dari tulang rusuk pria?benarkah manusia meninggal pergi ke sisi tuhan? Apakah tuhan punya sisi?
Muslim yg sudah terdoktrin otaknya sudah dicuci oleh tafsir tafsiran yang provokatif Dan sugestif sehingga mengkultuskan islam melebihi tuhan sendiri padahal yang dipelajari hanyalah tafsiran dari ayat ayat quran yang berasal Dari bisikan di gua hira yang ditafsir oleh ulama ulama yg katanya suci tapi masih terikat lendir selangkangan wanita itu ketika tafsir itu jadi candu diotaknya mreka akan merasa ahli syurga dan akan berteriak hanya Islam lah yg paling benar diantara agama yg ada, hanya Islam yg akan masuk surga dst ..

Tuhan memang satu tapi tuhan yang mana?

sebelum kita membahas siapakah sebenarnya allah itu? kita harus bersepakat tentang apa itu tuhan?

tuhan islam

dalam agama islam beranggapan bahwa tuhan itu berkedudukan di Arasy/langit, mengatur segala perkara atau urusan dari langit tidak dapat dilihat oleh mata dunia tetapi dpt dilihat oleh mata surgaNya. dalam salah satu ayat di alquran menerangkan kursi atau Arasy allah itu dipikul oleh para malaikat yg disebut Al-muqarrobuun. itulah yg mungkin membuat orang orang islam menyebut islam sbg agama samawi/langit karena allahnya bermukim dilangit dilain pihak allah juga bermukim di bumi sperti manusia mempunyai rumah dan pengikutnya bertamu kerumah allah itu dengan teriak allahu akbar aku datang bertamu..selain itu mengenai bentuk atau wujud tuhan, ada ayat alquran yang menyebut “tangan tuhan”, mempunyai wajah yang mulia, punya sifat suka dan benci, punya telinga yang mendengar,mata yang melihat,dua tanggan dan dua genggaman dst dst..selain itu allah juga mengiming-imingi pengikutnya dengan syurga yg syur padahal syurga hanyalah ciptaan tuhan dan bukan tempat tinggal tuhan, dimana di kiamat nanti semua ciptaan tuhan akan kembali ke tuhan, ini artinya syurga bukan tujuan akhir manusia, semua yang berasal dari tuhan akan kembali ke tuhan..terdapat banyak kontradiksi disini makanya islam multitafsir karena memang banyak penafsir-penafsir yang provokatif untuk alat instrument imperialis budaya arabisasi. inilah skema baru neo_kolonialisme dalam penjajahan spiritual.

tuhan kristen

kristen memandang tuhan sama sperti islam bahwa tuhan mempunyai sifat-sifat seperti manusia juga tetapi yang membedakan nya hanyalah doktrin trinitas,konsep ini mengajarkan walaupun tuhan itu esa tetapi ia juga tiga. yesus menegaskan adanya tuhan tapi ia juga mengatakan ”tuhan dan aku adalah satu” selain itu ada pihak ketiga dalam ketuhanan itu yaitu adanya roh kudus sbg sang penghibur dst dst..

tuhan hindu

konsep ketuhanan hindu disebut wyapi-wyapaka artinya tuhan ada dimana-mana, maha mengetahui dan maha penyayang (srimad bagawatam dan BG.7.26), dlm Atharwa weda XIII.4.20-21” ia yang tunggal,yang maha esa”, dalam Rg weda VIII.1.17 ”IA yang tunggal dan yg maha kuasa, dalam bagawad gita 9.4 ” tuhan ada dimana-mana’.dlm BG.7.9 ‘ TUHAN adalah nyawa sgala sesuatu yang hidup”. dalam Rg weda VII.48.1.5-Rg weda VIII.74.2 ” TUHAN SEBAGAI TAMU”


dari beberapa konsep ketuhanan dalam agama agama yg tersebut di atas, bisa kita lihat perbedaan nya sangat fundamental, jika ISLAM beranggapan tuhan punya rumah sperti manusia dibumi dan menganjurkan pengikutnya bertamu kerumah kubus itu, tetapi dalam hindu ” tuhanlah sebagai tamu bukan sebaliknya, jika islam memandang tuhan duduk dikursi yang dipikul malaikatnya tetapi dalam hindu tuhan ada dimana-mana tetapi transedent tidak dapat dilihat dgn mata material hanya bisa dirasakan dalam hati dgn ketekunan dan tingkatan spiritual yang tinggi, jika islam beranggapan manusia tercipta dari tanah lihat dan ketika manusia mati antri di kuburan dan kembali ke sisi tuhan, dalam hindu memandang manusia itu terdiri dari jiwa dan raga, raga/badan manusia bukan hanya dari unsur tanah tetapi dari lima unsur (tanah,api,air,udara dan eter),dan jiwa merupakan percikan terkecil dari tuhan maka jika manusia mati jiwa nya akan kembali ke tuhan bukan disisiNya.dalam weda ” orang yang memuja dewata akan pergi ke surga dan orang yang memuja tuhan akan kembali ke tuhan/moksha (BG.9.25).


JADI JELAS, TUHAN sesungguhnya menuntun manusia untuk kembali ke tuhan/moksha bukan ke sisiNya apalagi ke syurga yang syur.

mari gunakan pikiran untuk berpikir dan mencari kebenaran yang abadi/sanatana dharma bukan mencari pembenaran untuk mencapai syurga yang syur  sperti yang di iming-imingi oleh allah maupun muhammad.

di syurga mereka hidup senang dalam kehidupan dewani (BG.920), Tetapi setelah pahala baiknya habis dinikmati disyurga mereka akan kembali lagi ke bumi (BG.9.21) SEDANGKAN nasib setelah ajal orang orang materialistik dan atheistik yang tidak peduli dalam petunjuk weda dan sibuk dalam berbagai macam kejahatan sangatlah malang, mereka akan dicampakkan dalam kehidupan yg kotor dan menjijikan (BG.16.19-20).

KESIMPILAN

ALLAH HANYA LAH imajinasi muhammad atas bisikan digoa hira dan lebih mengarah imajinasi ke dewa siwa  dari sekian kesamaan yang tersurat dalam beberapa ayat di quran dan diperkuat dengan adanya ahli arkeologi asal india yang mengungkap bahwa kabah adalah bekas kuil dewa siwa pada jaman raja vikram kemudian di ambil alih oleh muhammad dkk..jadi,semakin menegaskan allah bukan tuhan karna hanya menjanjikan umatnya ke syurga yg syur karna tuhan sesungguhnya menuntun manusia mencapai diatas surga yaitu pembebasan dari ikatan material dan kembali ke tuhan/moksha, dan bila allah di sejajarkan dengan dewa siwa pun tidak pantas karena ajarannya jauh dari kebaikan dan keselamatan karna pemicu konflik dan bikin pengikutnya bunuh diri dengan perang dan bom.

maka untuk mewujudkan perdamaian di dunia dan pembebasan harus dihapuskan intrument instrument politik budaya imperialis yang berkedok agama.

Tulisannya sangat lucu ya?
Ya ialah sangat lucu, saya sendiri sampai terkekeh-kekeh membaca tulisan ini.
Buat Ikhwan Muslim silahkan sebarkan artikel ini dan sekalian bantahannya, dan bantahan dari saya untuk saat ini belum saya posting, karena bingung akan mulai darimana, soalnya yang membuat tulisan diatas tidak nyambung sama sekali, karena dia tidak tahu mengenai islam tapi malah langsung main hujat. lucu banget dech!.
Oktober 2014

Hebatnya Presiden Indonesia Joko Widodo Saat Melawan Tukang Sate

Yesus Paulus _ Hebatnya Presiden Indonesia Joko Widodo Saat Melawan Tukang Sate
Seorang pemuda, Muhammad Arsyad (23) ditangkap polisi setelah diduga mengunggah gambar tak senonoh Presiden Jokowi dan Megawati ke dalam akun Facebook miliknya. Pria yang berprofesi sebagai pembantu tukang sate di Jakarta Timur itu kini ditahan untuk menjalani proses pemeriksaan.
Informasi tersebut menyedot perhatian publik sepanjang Rabu 29 Oktober 2014 kemarin. Bahkan, berita terkait tentang penghinaan terhadap Jokowi pun menjadi terpopuler. salah satunya ialah:

Tukang tusuk sate ditangkap, muncul gerakan #BullyJokowi
MERDEKA.COM. Seorang tukang tusuk sate, Muhammad Arsad ditangkap Mabes Polri karena mengunggah gambar editan telanjang berwajah Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. PDIP yang melaporkan perbuatan Arsad, menganggap gambar editan tersebut dianggap menghina keduanya.
Arsad yang ditangkap pada 23 Oktober lalu di rumahnya, Kramatjati, Ciracas, Jakarta Timur kemudian dijerat dengan UU ITE dan UU Pornografi. Ancaman untuk Arsad mencapai 10 tahun penjara.
Penangkapan Arsad oleh kepolisian ini menjadi pembicaraan di jejaring sosial. Di lini masa kemudian muncul tanda pagar #BullyJokowi sebagai bentuk pembelaan terhadap Arsad.
Penangkapan Arsad dianggap sebagai bentuk anti kritik yang dilakukan pemerintahan Presiden Jokowi. Era Jokowi disebut sebagai era paranoid.
"Penangkapan itu salah satu bukti JKW bekerja cepat "Buruh tusuk sate dibui, pemerintah kerja cepat. Era paranoid, anti kritik dimulai #BullyJokowi," tulis akun Twitter @rikianggana, Rabu (29/10).

Jokowi buat membentuk kabinet jokowi sangat lama dan sangat lamban, namun kalau untuk memenjarakan Pembantu Tukang Sate Kok Sangat Cepat Ya?!
Wah, wah, wah... Presiden Jokowi ternyata presiden yang cepat dan sigap dalam membungkam orang orang yang tidak menyukainya. dan hal ini fakta bahwa jokowi itu lebih parah dari orde baru
Oktober 2014
 

Yesus Paulus - Mengungkap Kesesatan agama kristen Pemeluk agama kristen bodoh - |- kristen agama sesat dan bodoh kristen agama sesat dan bodoh