-->

Jokowi Tebang Pilih (mungkinkah bisa dikatakan adil)

Yesus Paulus Jokowi Tebang Pilih (mungkinkah bisa dikatakan adil)
Nama tebang pilih,bisa saja dikatakan adil,walaupun keadilan itu hanya ditujukan kepada mereka yang mendapatkan manfaat dari tebang pilih itu sendiri.
dan ternyata banyak sekali yang dianggap kebijakan oleh jokowi malah jelas-jelas menunjukkan ketidak adilan.selain itu Jokowi juga banyak melakukan tebang pilih,dan berikut ini ada artikel yang menunjukkan bahwa jokowi tebang pilih.
"Pak Jokowi, Malnya Kok Enggak Digusur?"
JAKARTA, KOMPAS.com — Usaha Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menormalisasi Waduk Pluit sudah mulai menunjukkan hasil. Saat ini, sisi barat Waduk Pluit, yaitu perkampungan, taman burung, dan lapangan futsal milik PT Jakarta Propertindo (PT Jakpro), sudah rata dengan tanah.
Seorang warga yang rumahnya digusur, Sumiati, mempertanyakan keputusan Pemprov DKI Jakarta menormalisasi Waduk Pluit dengan menggusur bangunan-bangunan di bantaran. Menurut dia, Jakarta banjir karena pusat-pusat perbelanjaan yang dibangun di area yang seharusnya menjadi lahan resapan air.
"Padahal, kami kebanjiran juga baru kemarin (awal 2013). Kenapa Pak Jokowi enggak membongkar mal-malnya juga? Di Pantai Marina saja sudah mau dibangun gedung atau apartemen itu," kata Sumiati yang mengaku sudah puluhan tahun tinggal di bantaran Waduk Pluit, Kamis (6/6/2013).
Mengenai rumahnya yang sudah rata dengan tanah, Sumiati mengatakan, "Dulu saya beli sama orang Rp 15 juta. Sekarang mah orangnya pasti sudah kabur. Yah mau bagaimana lagi, memang sudah nasib."
Setelah rumahnya di dekat lapangan futsal PT Jakpro digusur, lanjut Sumiati, ia dan suaminya kini menumpang di rumah anaknya yang masih mengontrak. Sumiati tidak pindah ke rumah susun yang sudah disediakan Pemprov DKI karena tidak memiliki kartu tanda penduduk (KTP) DKI Jakarta.
Soal mata pencarian, Sumiati kini berjualan minuman dan kue di dekat tenda tempat polisi menjaga proyek normalisasi Waduk Pluit.
Sementara itu, Komar (55) yang mengaku telah tinggal di bantaran Waduk Pluit sejak tahun 1984 menolak direlokasi ke rumah susun yang disediakan Pemprov DKI. Komar mengaku tidak pindah karena mempertimbangkan retribusi yang akan dibebankan kepadanya jika menjadi penghuni rumah susun. Menurut Komar, ia mempertimbangkan pengeluaran karena penghasilannya sebagai tukang tambal ban tak menentu.
"Kalau gratis ya enggak apa-apa. Tapi, kalau bayar, ya saya mendingan di sini saja," katanya.
Waduk Pluit dinormalisasi karena telah mengalami penyempitan dan pendangkalan. Awalnya, Waduk Pluit memiliki luas 80 hektar dan berkedalaman 10 meter. Luas Waduk Pluit menyusut sampai 20 persen karena rumah-rumah liar di bantaran. Kedalaman Waduk Pluit saat ini juga hanya 1 sampai 3 meter.
Pengerukan Waduk Pluit mulai dikerjakan pada Februari lalu, tepatnya setelah banjir besar melanda kawasan itu pada awal tahun ini. Saat itu, permukaan waduk dipenuhi sampah dan eceng gondok, sampai-sampai airnya tak terlihat.
Sementara untuk menyelesaikan masalah warga bantaran Waduk Pluit, Pemprov DKI Jakarta membangun rumah susun di Marunda, Muara Baru, Daan Mogot. Pemprov DKI Jakarta juga berencana membangun rumah susun di area seluas 6,4 hektar di Luar Batang, Jakarta Utara.
sangat ironis sekali,Jokowi sebuah aktor film politik yang digembar gemborkan pembela yang miskin dan pembela yang lemah ternyata kenyataannya malah sebaliknya.
Anak Buah Jokowi Razia Spanduk 'PKS Tolak BBM Naik'
Liputan6.com, Jakarta : Spanduk penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) milik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di wilayah Jakarta Barat jadi sasaran penertiban Satpol PP, para bawahan Gubernur DKI Jakarta Jokowi.
Kasatpol PP Jakarta Barat Kadiman Sitinjak beralasan, spanduk milik PKS yang terpampang di berbagai fasilitas umum (fasum) seperti di atas jembatan layang, pagar taman jalur hijau, pagar pembatas jalan tol, pinggir-pinggir jalan tidak memiliki izin dan mengganggu ketertiban dan keindahan kota.
Untuk itu pihaknya sejak Sabtu 2 Juni lalu hingga hari ini, Jumat (7/6/2013) telah menerjunkan jajarannya guna menertibkan spanduk-spanduk tersebut.
"Sudah kami lakukan sejak Sabtu lalu hingga saat ini sedikitnya kami tertibkan sebanyak 500 spanduk. Karena semua spanduk itu tidak memiliki izin pemasangan," kata Kadiman di Jakarta.
Adapun yang sudah ditertibkan, lanjut Kadiman, adalah spanduk yang berada di kolong flyover Pesing, pagar taman jalur hijau di Jalan Daan Mogot, Tubagus Angke, Grogol, Tomang, Slipi, kawasan Glodok, Arjuna Utara dan Selatan, Jalan Panjang, dan Kemanggisan Utama.
"Semua yang terpasang di fasilitas umum yang ada di delapan kecamatan Jakarta Barat sudah kami tertibkan," tambah Kadiman.
Reaksi PKS
Ketua DPD PKS Jakarta Barat Arkeno mengatakan, pihaknya telah memasang sebanyak 1.700 spanduk penolakan kenaikan harga BBM tersebut di wilayah Jakarta Barat. "Kita sudah memasang 1700 spanduk," kata Arkeno ketika dihubungi wartawan.
Mengenai penertiban yang dilakukan pihak Satpol PP terhadap 1.700 spanduknya, Arkeno menilai hal tersebut tidak mengganggu keindahan kota. Dan dia menilai pemasangan terhadap spanduk-spanduk itu merupakan hak setiap warga negara.
"Itu hak warga negara dijamin untuk menyuarakan. Kan tidak dilarang walaupun lewat spanduk," tambah Arkeno.
Arkeno juga menegaskan kepada pihak Satpol PP untuk tidak tebang pilih dalam penertiban spanduk-spanduk yang mengganggu keindahan kota. Menurutnya, selain spanduk PKS banyak juga spanduk-spanduk lainnya yang mengganggu keindahan kota yang masih terpasang di sekitar wilayah Jakarta Barat.
"Masalah izin, masalah keadilan, spanduk lain yang lain juga harusnya ditertibkan dong. Tetapi spanduk lain sampai saat ini masih eksis, bahkan lebih dari seminggu spanduk tentang Isra Miraj masih ada dari partai lain," protes Arkeno.
PKS sangat memprihatinkan,sudah banyak mendapat kejelekan dari beberapa oknum pengurusnya sendiri masih ditambah oleh perlakuan yang tidak baik dari Jokowi dan anak buahnya.
Benar-benar malang nasib PKS.namun yang paling perlu kita pelajari adalah mengenai sikap Jokowi yang pendendam dan terlalu Norak untuk menghancurkan lawan-lawannya agar tidak pernah melawannya lagi.
Banyaknya Oknum PKS yang terkena masalah sebenarnya juga karena memusuhi Jokowi,karena orang orang besar dibelakang Jokowi memberikan peringatan keras kepada PKS,padahal orang-orang terkait lainnya masih banyak,dan pada waktunya nanti,semoga semua segera terungkap.

Silahkan Anda Baca Artikel Lainnya
kejadian dibalik para aktivis pks,kenapa jokowi memusuhi pks,bagaimana nasib pks semenjak memusuhi jokowi,jokowi dan dendamnya,tebang pilih yang dilakukan jokowi,jokowi tebang pilih,permusuhan jokowi dengan partai keadilan sejahtera pks,jokowi tebang pilih mungkinkah bisa dikatakan adil,anak buah jokowi razia spanduk 'pks tolak bbm naik
 

Yesus Paulus - Mengungkap Kesesatan agama kristen Pemeluk agama kristen bodoh - |- kristen agama sesat dan bodoh kristen agama sesat dan bodoh