-->

Jokowi Ahok Hanya Bisa Menyebarkan Fitnah

Jokowi Ahok Hanya Bisa Menyebarkan Fitnah
Coba anda,terutama pendukung Jokowi Ahok lihat kabar berita dibawah ini:
Nachrowi: Apakah Itu Salah Pak Ahoook

INILAH.COM, Jakarta - Acara debat calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta yang digelar di Hotel Grand Melia Jakarta, seru dan saling serang. Pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang gencar menyerang.
Salah satunya ketika menyinggung soal pendidikan, Ahok mengungkapkan kasus penahanan ijazah siswa masih terjadi dan orang miskin kalah bersaing dengan orang kaya dalam mendapatkan sekolah. Ia mempertanyakan kemana anggaran pendidikan digunakan.
Menanggapi hal itu, calon wakil gubernur DKI Jakarta Nachrowi Ramli (Nara) begitu santai. Ia hanya meminta Ahok berbicara dengan bukti, bukan fitnah.
Nara yang mengenakan baju koko warna putih, mengungkapkan fakta bahwa tingkat kelulusan Sekolah Dasar sebesar 100 persen, Sekolah Menengah Pertama 99,99 persen, Sekolah Menengah Atas 99,53 persen dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebesar 99,82 persen. "Apakah itu salah Pak Ahoook....," ucapnya sambil tersenyum kepada Ahok.
Nara ingin Ahok melihat data tersebut. Pemerintah Provinsi DKI memandang penting karena warga tidak tanah yang mengandung tambah atau terdapat gunung. Warga tidak memiliki sumber lain, selain pendidikan.
Pada 14 September sampai 16 September 2012 merupakan masa kampanye putaran kedua Pemilihan Umum Kepala Daerah DKI Jakarta. Ada dua calon yang bertarung yakni Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli (nomor urut 1) serta Jokowi dan Ahok nomor urut 3). Pencoblosan akan digelar pada 20 September nanti.

Jokowi Sebut Jakarta Kota TerkorupFauzi Bowo Minta Jokowi Jangan Sebar Fitnah

INILAH.COM, Jakarta - Calon Gubernur Fauzi Bowo, mengkritik pernyataan Cagub Jokowi terkait statemen bahwa Kota Jakarta merupakan kota terkorup se-Indonesia. Fauzi Bowo meminta Jokowi untuk tidak menyebar fitnah.
"Terkait penyataan korupsi, saya kira tidak pantas sebagai Cagub mengandalkan informasi yang tidak benar, apalagi yang menyangkut kepentingan orang banyak," tegas Cagub Fauzi Bowo, dalam Debat Kandidat Cagub di Hotel Grand Melia, Jakarta Selatan, Jumat (14/9/2012).
Fauzi Bowo menegaskan jika Ketua PPATK tidak pernah secara menyebut jika Kota Jakarta merupakan kota terkorup, PPATK hanya mengatakan ada rekening yang tidak jelas, namun tidak menunjuk langsung siapa pemilik rekening itu.
"Pimpinan harus bijak, jangan hanya bisa menyebar fitnah. PPATK tidak pernah mengatakan itu. Jadi mohon maaf baca keterangan Ketua PPATK dengan benar, sebab ini bisa menjadi masalah untuk masa depan," jelasnya.
Fauzi Bowo melanjutkan, transparan menjadi komitmen Pemprov DKI Jakarta. Fauzi Bowo juga mengakui jika kemiskinan masih ada di Jakarta, namun dibanding daerah lain, angka kemiskinan di Jakarta merupakan yang paling rendah se-Indonesia.
Sementara Jokowi, tidak banyak menjawab kritikan dari Fauzi Bowo, ia hanya mengatakan data itu di dapat dari PPATK. "Ya saya bacanya dari data PPATK," ucapnya.
Pemimpin yang suka menyebarkan fitnah dan hanya sibuk dengan pencitraan inikah yang menjadi idola masyarakat Jakarta?
Na'udzubillahi mindzalik.
 

Yesus Paulus - Mengungkap Kesesatan agama kristen Pemeluk agama kristen bodoh - |- kristen agama sesat dan bodoh kristen agama sesat dan bodoh